Melalui perantara merekalah aku terlahir,…..
Sebagai anak kedua dari 3 bersaudara.
Aku, Kakak dan adik, besar dalam asuhan mereka, dan seiring waktu kami tumbuh dan berkembang dengan jalan, warna dan prinsip yang berbeda .
Agustus 2005, kami berpisah merenda masa depan pada kota dan profesi yang berbeda.
Kakak bersama isterinya, berangkat pindah tugas, definitif di NAD, disusul adik yang dapat penempatan di Timika Papua, dan aku.... ikut - ikutan kabur, dari kota kembang Bandung pulang ke Jogja, ngendon di rumah beberapa bulan hingga akhirnya menjamahkan kaki ke kota Pahlawan.
Januari 2010, adalah Pertemuan pertama, setelah perpisahan kami 5 thn yg lalu, " 45 menit dalam kebersamaan di bandara Adi sucipto Jogja. "
Campur aduk perasaan kala itu, dalam 45 menit tak banyak pembicaraan, selain hanya saling peluk, saling tatap juga sedikit obrolan.
Tak terasa 45 menit pun berlalu, tiba waktunya adik harus terbang ke ujung timur... dan aku kembali ke kota pahlawan, sementara kakak pulang jogja untuk mengclearkan sebuah masalah.
Alhamdullilah, Idul Fitri 2011 Allah memberikan moment buat kami berkumpul kembali, dan entah kapan lagi moment seperti ini bisa terulang.
1 minggu di tengah tengah kalian, adalah suatu kebahagiaan tersendiri, bisa bermain bersama 3 keponakan.
M. Rasya Urizqi, kami biasa memanggilnya bang Cha, pangilan khas aceh untuk seorang kakak, usil nakal, dan seringkali sikap polos dan gemesnya membuat kami tertawa tepingkal tapi juga ngomel.
kapan kau nyusul nikah ?, jadi sekarang ada di Surabaya ? dimana itu ?
BalasHapusSalam
kunjungan balikk..
BalasHapuswah mbaa gmn tuh pasti seru ya ngumpul2 sm keluarga yg dah jrg ktemu.. beautiful moment pasti ^^